ini_bakri

PEMIKIR AN NEO-KEYNES DAN
PASCA KEYNES

Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi

Kelompok X
Anggota :

Chintya Elda 101051
Sandy Ananda 101051
Nofia Angraini 1010512070
Wiwin Thamrin 101051

Jurusan Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomi
Universitas Aandalas
Payakumbuh
2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Pemikiran Neo-Keynes dan Pasca Keynes. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi nilai pada mata Sejarah Pemikiran Ekonomi.
Makalah ini dapat penulis selesaikan karena bantuan berbagai pihak-pihak yang telah membantu penulisan makalah ini.
Dalam hal ini penulis menyadari bahwa makalah yang penulis susun ini masih terdapat berbagai kelemahan dan kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.
Terakhir penulis menyampaikan harapan semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat dan berguna untuk kemajuan pendidikan di masa mendatang. Amin.
Payakumbuh , September 2011

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I TOKOH-TOKOH KEYNESIAN 1
1.1 Sekilas Neo-Keynes dan Pasca Keynes . 1
1.2 Alvin Harvey Hansen (1887-1975) 2
1.3 Simon Kuznet (1901-1985) 2
1.4 Jhon R. Hicks (1904-…) 3
1.5 Wassily Leontief (1906-…) 3
1.6 Paul Samuelson (1915-…) 3
BAB II TEORI GELOMBANG PERUSAHAAN ( Bussiness Cycle ) 10
BAB III TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN 10
BAB IV KEBIJAKSANAAN FISKAL VS MONETER 15
BAB V PENUTUP 15

BAB I
TOKOH – TOKOH KEYNESIAN

1.1 Sekilas Neo-Keynes dan Pasca Keynes
Sejak ditulisnya buku The General Theory pada tahun 1936 oleh Keynes maka hubungan timbal balik antara analisis ekonomi dan kebijaksanaan pemerintah menjadi landasan yang amat penting dalam menilai pemikiran-pemikiran ekonomi. Pandangan-pandangan Keynes terus diperbarui dan dikembangkan oleh pendukung-pendukungnya, baik dari golongan Neo-Keynesian maupun Pasca Keynesian atau Post Keynesian.
Selanjutnya penerus ajaran Keynes yg tergolong Neo-Keynesian sering disederhanakan menjadi Keynesian. Mereka banyak berjasa dlm mengembangkan teor-teori yg berhubungan dgn usaha menjaga stabilitas perekonomian. Teori-teori tersebut menerangkan dan mengantisipasi fluktuasi ekonomi (business cycle) & teori-teori yg berhubungan dengan pertumbuhan & pendapatan.
Pandangan mereka disebut Keynesian karena teori-teori mereka diturunkan dari teori determinasi pendapatan Keynes. Disebut Neo karena teori-teori Keynes tersebut sudah banyak diperbarui berdasarkan penelitian-penelitian empiris yag lebih baru.
Kelompok kedua yg disebut pasca Keynesian atau post Keynesian adalah sekumpulan ahli ekonomi. Sekumpulan ahli itu menyatakan berbagai pandangan tentang ekonomi makro modern.
Pemikiran-pemikiran ekonomi mereka berakar dari pemikiran-pemikiran Keynes, namun sudah berkembang lebih jauh. Tokoh-tokoh ekonomi pendukung ajaran Keynes, baik yang golong neo-Keynes maupun pasca Keynes sesungguhnya sangat banyak dan mustahil disebutkan dan diuraikan pandangan-pandangan mereka satu persatu. Beberapa diantara mereka yang dianggap paling penting adalah Alvin Hansen, Simon Kuznets, John R. Hicks, Wassily Leontief dan Paul Samuelson.
1.2 Alvin Harvey Hansen (1887-1975)

Alvin Hansen adalah pakar ekonomi lulusan Harvard University yang paling setia dan mengagumi karya-karya Keynes. Sebagai ahli ekonomi yang cukup disegani, ia banyak menulis karya ilmiah. Dalam hal ini ada tiga buku Hansen yang paling menonjol. Pertama, Fiscal Policy adn Business Cycle (1941); kedua, Business Cycles and National Income (1951) dan terakhir, A.Guide to Keynes (1953).
Buku pertama dan kedua lebih banyak ditujukan untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan fluktuasi ekonomi, apa-apa saja faktor-faktor penyebabnya dan yang lebih penting lagi, bagaimana cara mengantisipasi fluktuasi ekonomi tersebut.
Buku Hansen ketiga, A Guide to Keynes sangat berjasa dalam penyebarluasan pemikiran-pemikiran Keynes, yang oleh beberapa kalangan (termasuk kalangan ahli ekonomi sekalipun), terlalu sulit dicerna dari buku aslinya: The General Theory. Dalam buku tersebut Hansen menyusun pemikiran-pemikiran Keynes dalam suatu kerangka analisis yang lebih sistematis dari buku aslinya sendiri.

1.3 Simon Kuznet (1901-1985)

Pada awalnya Kuznets seorang ahli statistik, yang banyak berkecimpung dengan pengumpulan dan analisisdata, termasuk didalamnya data ekonomi. Karena banyak mengumpulkan data-data ekonomi kemudian ia menjadi tertarik dengan bidang ekonomi.
Karya-karya nya anntara lain National Income and Its Composition: 1919 – 1938 (1941), Economic Change (1953) dan Modern Economic Grouth, Rate, Structure and Spread (1960). Berkatnya pengertian-pengertian pokok dalam kerangka teori Keynes dapat diwujudkan secara kuantitatif-empiris, dan hubungan antaranpendapatan nasional, konsumsi, tabungan , pengangguran, inflsi, dan harga-harga dapat dikaji dan diamati menurut analisis kurun waktu.
1.4 Jhon R. Hicks (1904-…)

Hicks berjasa dalam mengembangkan pemikiran Keynes, salah satunya dengan merangkai teori-teori ekonomi mikro kedalam keranggka teori makro Keynes melalui pendekatan matematika (Value and capital. 1937)
Selain itu Hicks dan Hunsen juga nenperkenalkan analisis IS-LM yang sangat populer dikalangan mahasiswa yang mempelajari ilmu ekonomi makro, yang juga bermanfaat dalam menjelaskan hubungan antar berbagai variable perekonomian.
Dalam pembahsanya tentang keseimbangan umum, ia berpijak pada teori-teori ekonomi mikro. Namun satu dan lain halnya dikaji dengan memperhatikan serangkaian unsure dinamika dan juga hubungannya dengan teori ekonomi moneter.

1.5 Wassily Leontief (1906-…)

Leontif adalah pakar ekonomi kelahiran Rusia yang membelot ke Amerika Serikat. Leontif sangat berjasa dalam mengembangkan teori input-output , teori ini dapat diikuti dalam buku-bukunya Studies in the Structure of American Economy; theoretical and Emperical Exploration in Input-Output Analysis (1953), dan The Future of world Economy (1976).
Dengan menggunakan analysis ini kegiatan dan keterkaitan antara sector-sektor ekonomi dalam tata susunan ekonomi masyarakat secara menyeluruh dapat dilihat. Dan analisis ini bias diaplikasikan dalam semua system – system ekonomi secara keseluruhan.

1.6 Paul Samuelson (1915-…)

Samuelson memperoleh pendidikan ekonomi dari Harvard, Samuelson memperoleh gelas Ph.D dalam usia 26 tahun dan pada usia 32 tahun sudah menjabat professor di Massachussetts Institute of Technologi. Dia memperoleh hadiah John bates Clark (hadiah bagi pakar ekonomi muda dibawah 40 tahun)
Memperlihatkan bagaimana perdagangan luar negeri dimasukkan dalam kerangka umum teori ekonomi makro. Atas jasanya banyak negara yg lebih terdorong untuk lebih membuka pasarnya terhadap perekonomian internasional. Mem-perlihatkan bagaimana hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik ini saling memperkuat antara faktor pengganda (multiplier) dgn accelerator dapat dijelaskan secara sederhana. Permintaan efektif masyarakat dipengaruhi oleh autonomous investment (investasi yg besarnya ditentukan oleh perekonomian itu sendiri). Dampak investasi terhadap perekonomian menjadi berlipat ganda karena adanya multiplier, besarnya angka pengganda atau multiplier ini sangat ditentukan oleh kecenderungan mengonsumsi (propensity to consume) ma-syarakat. Makin besar kecenderungan mengkonsumsi, makin besar angka pengganda, makin besar pula dampak investasi terhadap perekonomian.
Dampak investasi terhadap perekonomian menjadi jauh lebih besar karena adanya akselerator. Prinsip akselerator secara sederhana adalah perubahan dlm penda-patan nasional akan menyebabkan terjadinya perubahan dlm jumlah investasi. Perubahan dlm investasi menyebabkan bertambahnya pendapatan nasional melalui proses akselerasi, yg bersifat kumulatif. Interaksi antara multiplier & akselerator berdampak terhadap pendapatan nasional menjadi semakin berlipat ganda.

BAB II
TEORI GELOMBANG PERUSAHAAN ( Bussiness Cycle )

Pada masa lalu masalah gelombang perusahaan hanya dibahas selintas, dan fluktuasi ekonomi ini hanya dibahas sambil lalu saja karena melekatnya pendapat masyarakat pada paham klasik yang mengatakan bahwa perekonomian akan selalu menuju pada suatu keseimbangan dan tidak akan terjadi guncangan-guncangan.
Pakar-pakar yang agak intensif membahas teori fluktuasi, termasuk pakar yang cenderung anti dengan pandangan klasik. Pakar itu antara lain Sismondi, Marx, Veblen.
Kontribusi Marx yang paling penting bagi pemahaman kita tentang siklus ekonomi yaitu terdapat pada dua prinsip. Pertama , fluktuasi ekonomi melekat dalam system kapitalis, sebab fluktuasi terjadi karena kekuatan-kekuatan yang ada dalam system ekonomi. Kedua , penyebab utama siklus ekonomi ditemukan dalam kekuata-kekuatan dalam menentukan investasi.
Pembahasan tentang teori fluktuasi ekonomi mendapatkan perhatian lebih serius pada era sesudah Keynes karena mereka memerlukan teori-teori yang mampu menjelaskan hal-hal yang dapat menyebabkan perekonomian menjauh dari posisi keseimbangan sehingga tidak stabil.
Penyebab fluktuasi sangat banyak. Menurut kaum neo-keynesian, fluktuasi terjadi karenaerjadinya perubahan-perubahan dalam tingkat investasi dan rendahnya tingkat konsumsi. Selain itu fluktuasi juga terjadi karenatidak hanya mekanisme koreksi yang mampu mendorong perekonomian pada keseimbangan kerja penuh.

BAB III
TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN
Perhatian terhadap pertumbuhan lebih serius muncul pada tahun 30-an. Hal ini terjadi karena yang diingin kan hanya pada pertumbuhan ekonomi Negara sendiri dan tidak ada kepedulian pada negara lain.
Pakar yang lebih serius mengembangkan teori pertumbuhan adalah Schumpter yang telah meletakkan dasar pengembangan teori pertumbuhan ekonomi dalam tulisanya The Theory of Economic Development. Bagi Schupmpter, pelaku utama pertumbuhan ekonomi adalah enterprenuer.enterprenuer bukan hanya seorang pengusaha , mmelainkan seorang yang mau menerima risiko dan mengintrodusiasi prooduk-produk dan teknologi baru bagi masyarakat.
Menurut Schumpeter, pertumbuhan ekonomi akan berkembang pesat dlm lingkungan masyarakat yang menghargai dan merangsang orang untuk menggali penemuan-penemuan baru.
Menurut Schumpeter, depresi tahun 30-an bukan karena kelemahan system kapitalis, tapi justru karena kekuatanya. Pada saat itu perkonomian berada dalam salah satu titik terendah dalam dalam satu gelombang panjang, dan jika saat itu ditemukan inovasi dan tekhnologi baru, perekonomian akan baik kembali.
Dalam buku The Stage of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto (1960), Walt Withman Rostow (1916-…) menyatakan bahwa Negara-negara berkembang yang ingin maju harus melalui tahap-tahap sbb:
1. Tahap tradisional statis. Tahap ini dicirikan oleh keadaan Iptek yg masih sangat rendah & belum begitu berpengaruh terhadap kehidupan. Perekonomian pun masih didominasi sektor pertanian-pedesaan. Struktur sosial-politik juga masih bersifat kaku.
2. Tahap Transisi (pra take-off).Pada tahap ini Iptek mulai berkembang, produktivitas semakin meningkat & industri semakin berkembang. Tenaga kerja beralih dari sektor pertanian ke sektor industri, pertumbuhan tinggi, kaum pedagang bermunculan, & struktur sosial-politik semakin membaik.
3. Tahap lepas landas.Tahap ini dicirikan oleh keadaan suatu hambatan-hambatan sosial politik yg umumnya dapat diatasi, tingkat kebudayaan & Iptek semakin maju, investasi & pertumbuhan tetap tinggi, & mulai terjadi ekspansi perdagangan ke luar negeri.
4. Tahap dewasa (maturing stage). dlm tahap ini masyarakat semakin dewasa, dapat menggunakan Iptek sepenuhnya, terjadi perubahan komposisi angkatan kerja, di mana jumlah tenaga kerja yg skilled lebih banyak dari yg aunskilled, serikat-serikat dagang & gerakan-gerakan buruh semakin maju & berperan, pendapatan perkapita tinggi.
5. Tahap konsumsi massa (mass consumption).Tahap raini merupakan tahap terakhir. Masyarakat hidup serba kecukupan, kehidupan dirasakan aman tentram, laju pertumbuhan penduduk semakin rendah.
Proses yang dijelaskan Rostow ini hanya bias berlangsung jika dipenuhi oleh kondisi dimana pemerintahan yang stabil; adanya perbaikan dalam tingkat pendidikan; adanya sekelompok innovator dan wiraswastawan yang mampu memanfaatkan tabungan masyarakat dan mengembangkan perdagangan.

BAB IV
KEBIJAKSANAAN FISKAL VS MONETER

Keynes telah menemukan struktur teoritis yang dapat digunakan untuk memformulasikan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi makro untuk menstabilkan perekonomian.
Pada periode Neo-Keysian maupun Pasca Keynesian usaha-usaha tersebut tetap dilanjutkan, salah satu isu yang selalu di perdebatkan ialah mana yang lebih efektif , kebiijakan fiscal atau kebijakan moneter.

Table perbandingan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter
No. Pembanding Ket. Kebijakan Fiskal Ket. Kebijakan Moneter
1 kepercarayaan Keynes dan pendukung Kebijakan moneter yang dilakukan dengan memanipulasi jumlah barang berdar tidak efektif dalam usaha menstabilkan perekonomian. Sebaliknya
mereka percaya bahwa yang ampuh dalam menstabilkan perekonomian adalah kebijakan fiscal” Percaya bahwa perubahan dalam factor pendapatan nasional terjadi pada perubahan moneter
2 factor yang mempengaruhi Neo-Keysian

Percaya bahwa perubahan dalam dalam factor – factor yang menentukan pendapatan nasional menyebab kan terjadinya perubahan moneter Monetaris
Percaya bahwa perubahan moneter yang memengaruhi perubahan perubahan-perubahan dalam pendapatan nasional
3 Menghadapi inflasi neo-keysian Menggunakan kebijaksanaan pendapatan ,baik intervensi langsung atau tidak , dalam mengontrol tingkat-tingkat harga dan upah lewat insentif pajak. pasca-Keynesian control harga-harga dan upah permanen adalah satu-satunya cara untuk mencapai kesempatan kerja penuh dengan harga yang relative stabil.

Ada lima hal yang perlu ditambahkkan dalam pemikiran-pemikiran pasca-keynesian:
1. Mereka cenderung berpendapat bahwa penyesuaian lebih banyak terjadi lewat penyesuaian kuantitas daripada harga. Penyesuaian harga, kalau terjadi, sering dilihat sebagai disequilibrium.
2. Pendistribusian pendapatan antara laba & upah memainkan peran penting dlm mempengaruhi keputusan investasi.
3. Mereka menganggap bahwa ekspektasi, bersama-sama dgn laba, adalah penentu utama perencanaan investasi.
4. Mereka percaya unsur-unsur kelembagaan kredit & keuangan berintegrasi mempengaruhi siklus ekonomi.
5. Fokus pembahasan teori-teori pasca-keynesian adalah menjawab pertanyaan mengapa perekonomian tidak bekerja dgn mulus seperti asumsi klasik.

BAB V
PENUTUP

Pemikiran-pemikiran ekonomi pasca-keynesian lebih berupa ide-ide, tetapi tidak di formulasikan secara sistematis. Dampak kehadiran mereka memang ada, terutama dalam penelitian-peelitian ekonomi. Akan tetapi, pengabaian atau bahkan penolakan mereka tentang rasionalitas dan perilaku maksimisasi pada pelaku-pelaku ekonomi telah membuat mereka agak aneh dengan profesi airan utama yang mencoba mendekatkan pemikiran-pemikiran ekonomi dengan ekonomi makro

DAFTAR PUSTAKA

Deliarnov, 2007, Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Jakarta: PT Raja Grafindo.

This entry was posted on Saturday, October 1st, 2011 at 7:45 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

One Response Leave a Reply

    brilian said:

    Jun. 13, 2012

    wahhh… sangat membantu sekali artikelnya. kebetulan saya jg ada tugas ttg sejarah pemikiran.

Leave a Reply